Di tengah hutan tropis Bukit Lawang, wisatawan mancanegara tidak hanya datang untuk melihat orangutan. Salah satu aktivitas yang semakin diminati adalah traditional rafting atau river tubing di Sungai Bahorok. Kegiatan ini menawarkan pengalaman menyusuri sungai alami yang mengalir di kawasan penyangga Gunung Leuser National Park sambil menikmati panorama hutan hujan Sumatra yang masih terjaga.
Traditional rafting di Sungai Bahorok menggunakan rangkaian ban besar atau pelampung yang diikat menjadi satu. Wisatawan akan mengarungi arus sungai bersama pemandu lokal yang mengendalikan arah laju pelampung. Aktivitas ini dikenal sebagai “jungle taxi” karena sering menjadi cara wisatawan kembali ke Bukit Lawang setelah menyelesaikan trekking di dalam hutan.
Daya tarik utama wisata ini terletak pada perpaduan petualangan dan keindahan alam. Selama perjalanan menyusuri sungai, turis dapat melihat tebing hijau, pepohonan raksasa, serta suasana pedesaan yang masih alami. Beberapa paket wisata bahkan menyediakan makan siang atau barbeque di tepi sungai yang membuat pengalaman semakin berkesan bagi wisatawan asing.

Sebelum menikmati rafting, sebagian besar wisatawan mengikuti jungle trekking untuk menjelajahi habitat orangutan Sumatra. Bukit Lawang dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama menuju kawasan konservasi orangutan di Sumatra. Wisatawan memiliki kesempatan menyaksikan langsung orangutan yang hidup di sekitar kawasan hutan Leuser, sekaligus melihat satwa lain seperti siamang, monyet Thomas Leaf, burung rangkong, dan berbagai jenis fauna tropis lainnya.
Bagi turis mancanegara, kombinasi trekking orangutan dan traditional rafting menjadi paket wisata yang lengkap. Mereka dapat merasakan petualangan di hutan hujan tropis, mempelajari ekosistem Sumatra, lalu mengakhiri perjalanan dengan menyusuri aliran Sungai Bahorok yang menyegarkan. Aktivitas ini menjadi salah satu alasan mengapa Bukit Lawang terus menarik wisatawan dari berbagai negara setiap tahun.

Keberadaan traditional rafting juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Banyak pemandu, operator wisata, penginapan, hingga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam mendukung aktivitas wisata tersebut. Dengan berkembangnya wisata berbasis alam dan konservasi, Bukit Lawang tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga contoh bagaimana pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian orangutan dan hutan tropis Sumatra.







