Bukit Lawang – Taman Nasional Gunung Leuser menjadi salah satu benteng terakhir bagi ratusan spesies burung langka di Sumatra. Kawasan hutan tropis ini tercatat menjadi rumah bagi sekitar 382 spesies burung, termasuk berbagai jenis endemik yang kini semakin sulit ditemukan akibat penyusutan habitat dan perburuan liar.
Keberadaan burung langka di Gunung Leuser memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Sebagian besar spesies hidup bergantung pada hutan primer yang masih alami untuk mencari makan, berkembang biak, hingga berlindung dari ancaman predator dan aktivitas manusia.
Salah satu burung khas yang hidup di Leuser adalah Kucica Ekor Kuning atau Copsychus pyrropygus. Masyarakat Aceh mengenalnya dengan nama Ceumpala Kuneng. Burung endemik Sumatra ini menyukai kawasan hutan lebat yang lembap. Kucica Ekor Kuning juga memiliki nilai sejarah karena dahulu menjadi burung peliharaan kesayangan Sultan Iskandar Muda.
Selain itu terdapat Poksay Sumatra atau Garrulax bicolor yang dikenal memiliki bulu indah dan suara kicauan merdu. Burung endemik Sumatra ini kini berstatus sangat terancam punah di alam liar. Ancaman terbesar berasal dari maraknya penangkapan untuk perdagangan burung kicau.

Burung ikonik lainnya adalah Kuau Raja atau Argusianus argus. Burung berukuran besar ini terkenal karena corak bulu sayap bermotif mata seribu yang unik. Kuau Raja menjadi salah satu satwa dilindungi karena populasinya terus terancam akibat rusaknya habitat hutan.
Di kawasan Leuser juga hidup Rangkong Papan atau Buceros bicornis. Spesies enggang besar ini memiliki peran penting dalam regenerasi hutan tropis. Burung tersebut membantu menyebarkan biji buah ke berbagai area hutan sehingga mendukung pertumbuhan vegetasi baru. Rangkong Papan sangat bergantung pada pohon besar di hutan primer untuk bersarang.
Spesies lain yang tidak kalah penting adalah Puyuh-gonggong Sumatra atau Arborophila sumatrana. Burung pemalu ini lebih sering berjalan di lantai hutan dan hidup di kawasan hutan hujan tropis dataran rendah hingga pegunungan Leuser. Kelestarian habitat menjadi faktor utama bagi kelangsungan hidup spesies endemik tersebut.
Kawasan Ekosistem Leuser saat ini dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Pengelolaan dilakukan melalui pemantauan satwa, perlindungan kawasan, serta pengaturan zonasi konservasi untuk menjaga keberlangsungan habitat berbagai spesies langka di dalamnya.




