Bukit Lawang menjadi salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Sumatra Utara. Kawasan ini berada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, sekitar 90 kilometer dari Kota Medan. Perjalanan menuju Bukit Lawang memakan waktu hampir tiga jam dan langsung membawa wisatawan ke kawasan hutan tropis yang menjadi pintu gerbang Taman Nasional Gunung Leuser.
Bukit Lawang dikenal luas sebagai rumah bagi orangutan sumatra. Kawasan ini sudah menjadi lokasi konservasi orangutan sejak tahun 1973. Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, sebanyak 228 orangutan sumatra pernah direhabilitasi di kawasan ini sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Keberadaan orangutan membuat Bukit Lawang menjadi destinasi ekowisata kelas dunia. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang untuk trekking menembus hutan demi melihat langsung satwa langka tersebut di alam liar.
Namun Bukit Lawang tidak hanya menawarkan wisata hutan dan orangutan. Sungai Bahorok yang membelah kawasan wisata ini juga menjadi daya tarik utama. Sungai yang berhulu di Gunung Leuser itu terkenal dengan aktivitas river tubing yang memacu adrenalin.
Perjalanan wisata dimulai dengan menginap di Garden Inn & Restaurant, salah satu cottage yang berada di tepi Sungai Bahorok. Pengunjung tidak bisa langsung menuju penginapan menggunakan mobil karena seluruh cottage berada di sepanjang jalur tepian sungai. Wisatawan harus berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor melewati pasar wisata dan jalan setapak di pinggir sungai.
Setelah tiba di penginapan, suasana Sungai Bahorok langsung menarik perhatian wisatawan. Tepian sungai dipenuhi pengunjung yang berenang dan bermain air. Meski arus sungai cukup deras, beberapa titik masih aman digunakan untuk berenang bersama keluarga.
Keesokan harinya, petualangan river tubing dimulai. Aktivitas ini menggunakan ban dalam bekas truk untuk menyusuri derasnya arus Sungai Bahorok. Wisatawan juga diwajibkan memakai pelampung demi keselamatan selama perjalanan.
Untuk menikmati tubing, wisatawan terlebih dahulu harus trekking hampir 2,5 kilometer menuju hulu sungai. Jalurnya cukup menantang karena melewati medan berbatu dan jalur hutan. Dua pemandu lokal membawa ban tubing sekaligus memandu perjalanan menuju titik awal bernama Batu Gajah.
Di tengah perjalanan, wisatawan bisa beristirahat sambil menikmati suasana alam. Air terjun kecil dan aliran sungai yang jernih menjadi tempat singgah sebelum memulai tubing. Perjalanan menuju titik awal biasanya ditempuh sekitar 30 menit, tetapi bisa lebih lama jika membawa anak-anak.
Sensasi utama dimulai saat ban mulai mengikuti derasnya arus Sungai Bahorok. Beberapa jeram cukup menegangkan karena dipenuhi batu besar dan arus deras. Pada musim penghujan, debit air sungai bahkan bisa menjadi jauh lebih kuat.
Momen paling langka terjadi ketika rombongan tubing bertemu seekor orangutan sumatra di pinggir hutan. Orangutan tersebut dikenal warga lokal dengan nama Pesek, salah satu orangutan tertua di kawasan Bukit Lawang. Satwa itu terlihat turun mendekati tepi sungai sambil menemani anaknya bermain.
Kemunculan orangutan di dekat sungai menjadi pengalaman yang sangat jarang terjadi. Banyak wisatawan biasanya harus trekking berjam-jam ke dalam hutan untuk bisa melihat orangutan secara langsung.
Petualangan tubing berlangsung hampir setengah jam sebelum akhirnya berakhir di tepian sungai. Pengalaman menyusuri jeram sambil melihat langsung orangutan liar membuat wisata Bukit Lawang terasa berbeda dibanding destinasi alam lainnya di Indonesia.
Sebelum pulang, wisatawan juga dapat membeli berbagai kerajinan tangan khas Bukit Lawang. Salah satu yang paling diminati adalah gantungan kunci berbentuk orangutan hasil buatan masyarakat lokal.




