30 | Mei | 2026

Bukit Lawang Mendunia! Surga Orangutan yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Bukit Lawang menjadi salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Sumatra Utara. Desa wisata ini dikenal karena hutan tropisnya yang masih alami, sungai jernih, dan keberadaan orangutan Sumatra yang jadi daya tarik utama wisatawan dunia.

Bukit Lawang berada di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, sekitar 90 kilometer dari Kota Medan. Lokasinya berada di tepi Sungai Bahorok dan menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Gunung Leuser yang terkenal sebagai kawasan konservasi satwa langka.

Nama Bukit Lawang ternyata punya sejarah unik. Kata “bukit” merujuk pada kondisi wilayah yang dikelilingi perbukitan hijau. Sementara “lawang” berasal dari bahasa Karo dan Melayu yang berarti pintu atau gerbang.

Masyarakat setempat sejak dulu menyebut kawasan ini sebagai gerbang menuju hutan. Dahulu, warga dan para pencari hasil hutan melewati daerah ini sebelum masuk ke kawasan hutan lebat untuk berburu, mencari damar, atau mengambil kayu.

Karena itulah, Bukit Lawang kemudian dikenal sebagai gerbang wisata alam di Sumatra Utara. Identitas itu semakin kuat setelah pusat rehabilitasi orangutan dibangun pada tahun 1973. Sejak saat itu, nama Bukit Lawang mulai dikenal wisatawan mancanegara.

Bukit Lawang dulunya merupakan kawasan perkebunan. Namun kini, desa tersebut berkembang menjadi desa ekowisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing.

Daya tarik terbesar Bukit Lawang adalah jungle trekking atau penjelajahan hutan. Wisatawan bisa menyusuri jalur hutan tropis sambil melihat langsung habitat orangutan Sumatra di alam liar.

Selain trekking, wisatawan juga bisa menikmati river tubing di Sungai Bahorok. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung menyusuri sungai dengan ban pelampung sambil menikmati suasana alam yang masih asri.

Suasana desa di Bukit Lawang juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak penginapan berbahan bambu berdiri di sekitar sungai dengan konsep menyatu bersama alam. Wisatawan juga dapat menemukan kuliner khas daerah dan kerajinan lokal masyarakat setempat.

Aktivitas wisata di Bukit Lawang umumnya dimulai sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Namun operasional wisata alam sangat bergantung pada kondisi cuaca di kawasan hutan.

Bukit Lawang kini menjadi simbol wisata ramah lingkungan yang menghubungkan manusia dengan alam. Keindahan hutan, udara segar, dan pengalaman bertemu orangutan secara langsung membuat desa wisata ini terus menjadi incaran wisatawan dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Burung Langka Gunung Leuser Jadi Harta Alam yang Kian Terancam

Bukit Lawang - Taman Nasional Gunung Leuser menjadi salah satu benteng terakhir bagi ratusan spesies burung langka di Sumatra. Kawasan hutan tropis ini tercatat...