30 | Mei | 2026

Bukit Lawang Mendunia, Surga Orangutan di Kaki Gunung Leuser

Bukit Lawang – Bukit Lawang menjadi salah satu desa wisata paling terkenal di Sumatra Utara karena berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser. Desa ini dikenal sebagai pintu masuk utama menuju kawasan konservasi yang menjadi habitat satwa langka Indonesia.

Sekitar 80 persen wilayah Taman Nasional Gunung Leuser berada di Provinsi Aceh, sedangkan sisanya berada di Sumatra Utara. Kawasan konservasi ini memiliki luas mencapai 1.094.692 hektar dengan panjang batas kawasan sekitar 850 kilometer.

Di kawasan inilah hidup empat satwa endemik yang sangat dilindungi, yakni orangutan Sumatra, gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra. Seluruh satwa tersebut masuk dalam daftar merah IUCN dengan status terancam punah dan juga tercatat dalam Apendiks I Konvensi Perdagangan Internasional untuk Tumbuhan dan Satwa Liar.

Salah satu daya tarik utama Bukit Lawang ialah keberadaan orangutan Sumatra atau Pongo abelii. Berdasarkan data tahun 1973 hingga 2003, jumlah orangutan Sumatra di Bukit Lawang tercatat lebih dari 200 individu. Hingga kini belum ditemukan data terbaru mengenai jumlah populasinya.

Selain melihat orangutan, wisatawan juga bisa menikmati berbagai aktivitas alam di Bukit Lawang. Pengunjung dapat mencoba trekking hutan, arung jeram, bersepeda gunung, hingga mengikuti tur kehidupan masyarakat lokal di sekitar kawasan desa wisata tersebut.

Bagi wisatawan yang ingin berlibur santai, Bukit Lawang juga menawarkan suasana tenang di tepi sungai. Banyak pengunjung memilih bersantai di penginapan sambil menikmati kuliner lokal. Bahkan monyet liar sering terlihat datang ke balkon kamar penginapan warga dan wisatawan.

Bukit Lawang

Pandemi Covid-19 sempat membuat sektor wisata Bukit Lawang lumpuh total. Pada tahun 2020 tidak ada satu pun wisatawan yang datang ke kawasan tersebut. Dampaknya juga dirasakan oleh orangutan Sumatra yang hidup di sana.

Perilaku orangutan disebut berubah menjadi kurang alami setelah pandemi. Karena itu, wisatawan kini tidak lagi diperbolehkan berinteraksi langsung dengan orangutan demi menjaga perilaku satwa tetap liar dan tidak terbiasa dengan manusia.

Setelah pandemi mereda, jumlah wisatawan mulai meningkat kembali. Pada tahun 2021 tercatat ada wisatawan asing dan 1.099 wisatawan lokal yang datang ke Bukit Lawang.

Jumlah itu meningkat tajam pada tahun 2022 dengan total 5.466 turis asing dan 7.419 wisatawan lokal. Sementara pada triwulan pertama tahun 2023, tercatat sudah ada 2.370 wisatawan asing dan 1.288 wisatawan lokal yang berkunjung.

Balai Besar TNGL kini terus melakukan berbagai langkah konservasi agar orangutan tetap hidup secara alami. Salah satunya dengan mengedukasi wisatawan agar menjaga jarak dengan orangutan selama berada di kawasan hutan.

Pembatasan jumlah pengunjung juga dinilai membantu orangutan kembali ke habitat dan perilaku alaminya. Pengelola kawasan juga mulai mendorong aturan tambahan seperti pembatasan jumlah wisatawan harian dan pemberian edukasi selama aktivitas wisata berlangsung.

Secara geografis, Bukit Lawang berada sekitar 68 kilometer di sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 90 kilometer dari Kota Medan. Perjalanan menuju Bukit Lawang menggunakan bus memerlukan waktu sekitar tiga jam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Burung Langka Gunung Leuser Jadi Harta Alam yang Kian Terancam

Bukit Lawang - Taman Nasional Gunung Leuser menjadi salah satu benteng terakhir bagi ratusan spesies burung langka di Sumatra. Kawasan hutan tropis ini tercatat...